Farmer jailed in Hong Kong for burning flag

A man has been jailed in Hong Kong for burning the national flag, in the first sentence of its kind.

S Korea suspends savings banks citing weak finances

South Korea has suspended seven local savings banks citing the weak state of their finances.

Japan urges mass evacuation ahead of Typhoon Roke

More than a million people in central and western Japan have been urged to leave their homes as a powerful typhoon approaches.

Burma begins swap scheme for cars over 40 years old

Owners of some of Burma's most antiquated cars have been queuing in Rangoon to exchange their old vehicles for permits to import newer models.

Polio strain spreads to China from Pakistan

Polio has spread to China for the first time since 1999 after being imported from Pakistan, the World Health Organization (WHO) has confirmed.

Showing posts with label Barat. Show all posts
Showing posts with label Barat. Show all posts

Friday, February 22, 2013

Sanksi Barat atas Iran beri dampak remeh

AppId is over the quota
AppId is over the quota
Fasilitas pengayaan uranium di Isfahan, Iran. Pengolahan urania di fasilitas ini dicurigai menjadi bagian program rahasia pengembangan senjata nuklir. (wikipedia.org)

... sanksi atas Iran adalah tindakan sia-sia... "
Teheran (ANTARA News) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Eropa dan Amerika Serikat, Ali-Asghar Khaji, Sabtu (9/2), meremehkan dampak sanksi Barat terhadap Republik Islam itu. Uni Eropa bersama Amerika Serikat menerapkan sanksi ekonomi kepada Iran terkait program nuklirnya.  "Pemberlakuan sanksi atas Iran adalah tindakan sia-sia", dan waktu bagi pemberlakuan sanksi ekonomi untuk membuat negara lain bertekuk lutut sudah berlalu, kata Khaji, sebagaimana dikutip Press TV.Salah satu propaganda yang sering dinyatakan pejabat-pejabat Iran adalah embargo terhadap negara berbahasa Parsi itu itu lebih merugikan semua negara pemberi sanksi. Hal ini masih terus dikaji.

Pada Rabu (6/2), Washington memperluas sanksi AS atas Iran dengan memperketat tindakan ekonomi terhadap Republik Islam tersebut dan menambahkan nama lain ke dalam daftar hitamnya.

Iran berkeras mengenai sifat damai program nuklirnya, sementara Barat menganggap program itu sebagai kedok untuk membuat senjata nuklir.

(C003) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com



News; Finance; Insurance; Health; Cancer



News; Finance; Insurance; Health; Cancer; Car Insurance; Health Insurance

Wednesday, February 20, 2013

Ahmadinejad tegaskan Iran tolak tekanan Barat

AppId is over the quota
AppId is over the quota
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (ANTARA)

Kalian tidak bisa mengacungkan senjata sambil mengancam rakyat Iran agar mereka mau bernegosiasi."
Dubai (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Teheran tidak akan bernegosiasi mengenai persoalan program nuklir jika  ditekan negara-negara Barat.

Di sisi lain, Ahmadinejad akan bersedia duduk satu meja perundingan dengan musuh-musuhnya jika negara-negara tersebut berhenti "mengacungkan senjata."

Dalam pidato perayaan 34 tahun revolusi Islam Iran, Ahmadinejad menggunakan kata-kata yang lebih bernada damai dibanding Wali Fakih atau pemimpin tertinggi Ayatullah Ali Khomeini, yang pada 7 Februari lalu menolak desakan Amerika Serikat agar kedua negara bernegosiasi langsung.

Dalam penolakannya, Khomeini mengatakan bahwa "perundingan" dan "tekanan" adalah dua hal yang tidak bisa disatukan.

Ahmadinejad sendiri tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan dilakukannya negosiasi terkait program nuklir. Kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan Khomeini.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mencurigai Iran sedang mengembangkan persenjataan atom dan menggunakan program energi nuklir sipil untuk menyamarkannya. Tehran menolak dengan tegas tuduhan tersebut.

"Kalian tidak bisa mengacungkan senjata sambil mengancam rakyat Iran agar mereka mau bernegosiasi," kata Ahmadinejad di depan ratusan ribu orang yang berkumpul alun-alun Azadi (yang bermakna kebebasan) dan dikutip Reuters.

"Perundingan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk memaksakan pendapat seseorang, jika kalian berhenti mengacungkan senjata pada rakyat Iran, saya sendiri yang akan datang untuk bernegosiasi," kata dia.

Tehran ssedang mencari cara untuk melepaskan dri dari berbagai sanksi yang telah memukul ekspor minyak mentah sekaligus menurunkan nilai mata uang rial sampai setengah dari tahun lalu. Hal itu memicu inflasi yang tinggi dan mmengurangi daya beli masyarakat biasa di negara tersebut.

"Saat ini, para musuh kita sedang berusaha sekuat tenaga untuk menekan bangsa Iran untuk mengehentikan kemajuan yang telah dicapainya, namun mereka tidak akan berhasil," kata dia.

(G005)



News; Finance; Insurance; Health; Cancer



News; Finance; Insurance; Health; Cancer; Car Insurance; Health Insurance