Farmer jailed in Hong Kong for burning flag

A man has been jailed in Hong Kong for burning the national flag, in the first sentence of its kind.

S Korea suspends savings banks citing weak finances

South Korea has suspended seven local savings banks citing the weak state of their finances.

Japan urges mass evacuation ahead of Typhoon Roke

More than a million people in central and western Japan have been urged to leave their homes as a powerful typhoon approaches.

Burma begins swap scheme for cars over 40 years old

Owners of some of Burma's most antiquated cars have been queuing in Rangoon to exchange their old vehicles for permits to import newer models.

Polio strain spreads to China from Pakistan

Polio has spread to China for the first time since 1999 after being imported from Pakistan, the World Health Organization (WHO) has confirmed.

Showing posts with label ordered. Show all posts
Showing posts with label ordered. Show all posts

Sunday, March 10, 2013

Karzai ordered the u.s. forces out of the province of Wardak

The underlying connection was closed: The connection was closed unexpectedly.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai (kiri) menyampaikan keterangan dalam konferensi pers bersama Presiden AS Barack Obama di Ruang Timur Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (11/1). (REUTERS/Jason Reed)

....Presiden Karzai memerintahkan kementerian pertahanan untuk mengusir pasukan khusus AS dari provinsi Wardak dalam waktu dua pekan."
Kabul (ANTARA News) - Presiden Afghanistan Hamid Karzai hari Minggu memerintahkan pasukan AS keluar dari Wardak dalam waktu dua pekan karena mereka dianggap membuat keadaan menjadi tidak aman dan tidak stabil di provinsi bergolak yang berbatasan dengan Kabul itu.

"Pada pertemuan dewan keamanan nasional hari ini... Presiden Karzai memerintahkan kementerian pertahanan untuk mengusir pasukan khusus AS dari provinsi Wardak dalam waktu dua pekan," kata juru bicara presiden Aimal Faizi, lapor AFP.

"Pasukan khusus AS dan kelompok-kelompok bersenjata ilegal yang dibentuk oleh mereka membuat keadaan tidak aman, tidak stabil, dan menganggu penduduk setempat di provinsi ini," katanya pada jumpa pers.

Pengumuman itu merupakan pukulan lain bagi wibawa koalisi pimpinan AS ketika mereka bersiap-siap menarik pasukan tempur dari Afghanistan pada akhir tahun depan.

Seorang juru bicara Pasukan AS di Afghanistan (USFOR-A) mengatakan, ia mengetahui pernyataan yang disampaikan oleh Faizi itu.

Menurut juru bicara itu, pasukan AS menanggapi secara serius tuduhan tersebut dan akan menyelidikinya.

Lebih dari 3.200 prajurit NATO, sebagian besar warga AS, tewas ketika membantu pemerintah Karzai dalam perang sejak Taliban digulingkan dari kekuasaan oleh invasi AS pada 2001, namun hubungan antara presiden Afghanistan itu dan AS sering dilanda masalah.

Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.

NATO bertujuan melatih 350.000 prajurit dan polisi Afghanistan pada akhir 2014 untuk menjamin stabilitas di negara itu, namun tantangan-tantangan tetap menghadang dalam proses peralihan itu.

Desersi, penugasan yang buruk dan semangat rendah termasuk diantara masalah utama yang menyulitkan para komandan NATO dan Afghanistan.

Serangan "orang dalam" oleh aparat keamanan Afghanistan terhadap rekan dan mentor NATO mereka telah menewaskan lebih dari 60 prajurit asing tahun ini, yang secara serius merongrong kepercayaan antara kedua pasukan tersebut.

Pada Oktober 2011, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara dikirim ke Afghanistan untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer. (M014)



News; Finance; Insurance; Health; Cancer



News; Finance; Insurance; Health; Cancer; Car Insurance; Health Insurance