Farmer jailed in Hong Kong for burning flag

A man has been jailed in Hong Kong for burning the national flag, in the first sentence of its kind.

S Korea suspends savings banks citing weak finances

South Korea has suspended seven local savings banks citing the weak state of their finances.

Japan urges mass evacuation ahead of Typhoon Roke

More than a million people in central and western Japan have been urged to leave their homes as a powerful typhoon approaches.

Burma begins swap scheme for cars over 40 years old

Owners of some of Burma's most antiquated cars have been queuing in Rangoon to exchange their old vehicles for permits to import newer models.

Polio strain spreads to China from Pakistan

Polio has spread to China for the first time since 1999 after being imported from Pakistan, the World Health Organization (WHO) has confirmed.

Showing posts with label Swiss. Show all posts
Showing posts with label Swiss. Show all posts

Tuesday, February 26, 2013

Swiss siap untuk bantu pembicaraan nuklir Korut setelah uji coba

AppId is over the quota
AppId is over the quota
siap untuk menanggapi setiap permintaan yang dapat berkontribusi pada upaya meningkatkan stabilitas dan perdamaian di semenanjung Korea.
Jenewa (ANTARA News) - Pemerintah Swiss mengatakan pihaknya siap untuk membantu upaya-upaya diplomatik guna mengakhiri program nuklir Korea Utara setelah sebelumnya mengutuk uji coba nuklir terbaru negeri yang terisolasi itu.

"Tes ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut serta bertentangan dengan upaya masyarakat internasional dalam hal non-proliferasi nuklir," kata Kementerian Luar Negeri Swiss dalam satu pernyataan.

Tetapi menambahkan: "Swiss yakin bahwa jalan keluar masalah nuklir semenanjung Korea dan keamanan hanya dapat ditemukan dalam kerangka proses negosiasi diplomatik."

Kementerian itu mengatakan Bern mendukung berlangsungnya perundingan enam negara mengenai denuklirisasi yang melibatkan dua Korea, China, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.

Swiss menyatakan "siap untuk menanggapi setiap permintaan yang dapat berkontribusi pada upaya meningkatkan stabilitas dan perdamaian di semenanjung Korea", katanya.

Korea Utara memiliki jalinan khusus dengan Swiss - karena pemimpin negara komunis itu, Kim Jong-Un, menghadiri sekolah menengah di dekat Bern, tanpa mengungkapkan identitas sebenarnya.

(H-AK)



News; Finance; Insurance; Health; Cancer



News; Finance; Insurance; Health; Cancer; Car Insurance; Health Insurance

Tuesday, February 19, 2013

Swiss tolak buka kembali kasus korupsi Presiden Pakistan

AppId is over the quota
AppId is over the quota
Presiden Republik Islam Pakistan Asif Ali Zardari (ANTARA)

Ini adalah masalah penting dan mereka mengonfirmasikan bahwa presiden memiliki hak kekebalan hukum
Islamabad (ANTARA News) - Swiss menolak membuka kembali kasus korupsi Presiden Pakistan Asif Ali Zardari karena ia memperoleh kekebalan hukum sebagai kepala negara, demikian menurut Kementerian Hukum Pakistan, Minggu.

Pakistan mengirim surat kepada pihak berwenang Swiss pada Oktober soal tuduhan korupsi jutaan dolar AS oleh Zardari yang dilakukan pada tahun 1990-an, atas desakan Mahkamah Agung.

Zardari dan almarhum istrinya, mantan perdana menteri Benazir Bhutto, dituduh menggunakan bank-bank Swiss untuk mencuci uang 12 juta dolar AS yang diperoleh dari penyuapan.

Yasmin Abbasey, pejabat penting di kementerian hukum mengemukakan kepada AFP bahwa Swiss mengatakan mereka tidak akan membuka kembali kasus yang dibekukan ketika Zardari menjadi kepala negara pada 2008.

"Mereka menanggapi surat itu dan mengatakan Zardari memiliki hak kekebalan hukum," katanya.

Mahkamah Agung Pakistan menghabiskan waktu tiga tahun menuntut pemerintah, yang dipimpin Partai Rakyat Pakistan (PPP) Zardari untuk meminta Swiss membuka kembali kasus itu sebelum mereka akhirnya mengalah.

Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani melepaskan jabatannya akibat masalah itu, ketika Mahkamah Agung menghukum Gilani karena menolak melaksanakan perintah untuk menulis surat kepada Swiss.

(H-RN)



News; Finance; Insurance; Health; Cancer



News; Finance; Insurance; Health; Cancer; Car Insurance; Health Insurance

Friday, September 23, 2011

Swiss court to retry Abacha son

  Sani Abacha may have stolen more than $2bn (£1.3bn) from Nigeria's coffers Switzerland's highest court has ordered the retrial of the son of former Nigerian military ruler Sani Abacha.
Abba Abacha was given a two-year suspended sentence in June 2010 for taking part in a criminal organisation, and his assets were confiscated.
The retrial was ordered because he had been unable to get a Swiss visa to attend the trial.
Nigerian state lawyers believe Sani Abacha, who ruled from 1993 to 1998, may have stolen $2.2bn (£1.3bn).
After his father's death in 1998, Abba Abacha and other members of the family controlled the funds.
Nigeria asked the Swiss government in 1999 to help it recover the money, much of which was thought to be hidden in Swiss banks.
Switzerland has so far handed back about $700m to Nigeria.
Abba Abacha was ordered to return $350m of illegally gained assets at his trial last year in the police court in Geneva.
But the Swiss Federal Tribunal annulled the sentence and ordered the retrial on the grounds that Mr Abacha's rights had been violated and because of procedural irregularities.